Tuesday, March 24, 2015

Kamu

Ketika hati tergelitik oleh rasa yang tak pernah kusangka Aku hanya dapat terdiam Kurunut kembali awal pertemuan antara aku dengannya Ia bukan orang baru bagiku Ia sosok yang pernah dikagumi sahabatku Ia pujaan sahabatku Hari itu Ia hadir seorang diri Tidak ada lagi sosok sahabatku disisinya Tidak ada wanita yang mendampinginya Mengetuk pintu hati yang telah lama membeku Bertamu dikala kesendirian menjadi hal biasa untukku Saat ini Kau dan aku bersepakat untuk mengarungi hidup bersama Kau dan aku bersama-sama berjanji untuk saling mengisi Menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing Tersisip doa didalam hati Semoga ia menjadi sosok pertama dan terakhir dalam kehidupan pernikahanku Ia menjadi imamku saat ini hingga akhir khayat memisahkan Dan penuh keberkahan dan keridhoan dariNya aamiin cintaimu bukan sekedar ketidaksengajaan namun karena waktu mengajarkanku, meski banyak pria diluar sana namun tidak ada satupun yang sempurna karena kesempurnaan itu hal mustahil Untukku, yang terpenting adalah bagaimana kita saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, dan kamulah pria yang kupilih sebagai tempat pembelajaran hidup.

No comments:

Post a Comment